Tampilkan postingan dengan label Personal Taste. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Personal Taste. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Januari 2011

the best scene part IV

Masih berlanjut yaa jangan bosen-bosen.. Ahahaa :D cekidot!
Episode 14 - Jin Ho keluar membawa selimut, ia ingin menjemur selimut di luar. Kae In juga disuruh jemur selimut, Kae In tidak mau, tapi Jin Ho mengancam tidak akan membagi makan siang dengan Kae In, apalagi ia akan membuat kimchi. Kae In langsung panik, Kimchi! Ia langsung lari ke dalam mengambil selimut.

"A new style to sleep on a bench"



Mereka benar-benar menikmati saat menjemur selimut - mereka pun tertidur di bangku, Kae In terbangun dan mengamati wajah Jin Ho. Hhm... bulu matamu lebih panjang dari bulu mataku, dahi Jeon Jin Ho, hidung Jin Ho, bibir Jin Ho lalu Kae In mencium dahi Jin Ho. Jangan pergi dariku, Jin Ho-sshi. Jin Ho pun tersenyum.. Awww! :D

---------------------------------------------------------------
hmm klo yang ini adegan pas Kae In ulang tahun, dia maen ice skating gitu sama Jin Ho. Tiket ice skating ini adalah kado ulang tahun dari Choi Do Bin *oh well bapak yang satu itu nice skali yaa, tadinya tiketnya itu ada 3 tapi yang satu sengaja Do Bin sobek, beliau gak mau ganggu kencannya Jin Ho dan Kae In. Ohh :( i am sorry for you sir.


---------------------------------------------------------------
last episode - akhirnya Prof Park menyetujui hubungan Jin Ho dan Park Kae In dan mereka pun memutuskan untuk menikah, hourayy!! :D Jin Ho melamar Kae In dengan mengikatkan cincin di salah satu balon ketika mereka ada di suatu taman, tapi karena kaget Kae In pun ga sengaja melepaskan balon dan balonnya nyangkut di pohon. Jin Ho menggendong Kae In untuk mengambil balon ungu yang ada cincinnya. 


the best scene part III

lanjutt yaaa .. 
hmm ini random aja sihh pokonya scene2 yang saya sukaaaa...
*feel free to see my blog :*
cheerss :D
ini salah satu adegan di episode 6, jadi ceritanya Young Sun minta tolong sama pasangan kita - Jin Ho dan Kae In- buat jadi model poto dengan konsep "HAPPY FAMILY" dan jadilah poto2 ini. Anak kecil di poto ini anaknya Young Sun.





---------------------------------------------------------------
Nah yang ini scene pas In Hee sama Chang Ryul nikah, Kae In kaget dan gak percaya kacau bangedd lahh perasaannya waktu itu! Akhirnya pernikahan ini batal. 

---------------------------------------------------------------
Disini awal mula Kae In mengira Jin Ho adalah seseorang yang mempunyai orientasi seksual unik, yeah i mean "gay" hehe kocak deh si Tae Hoon, mabok diaa ...


---------------------------------------------------------------
Episode 6 - Jin Ho: "Aku berlari dengan kencang, mendengar orang2 berkata aku gila. Aku berlari, tapi aku hanya anak kecil. Anak yang tidak bisa melakukan apapun saat ayahnya meninggal. Sangat tidak adil sampai membuatku menangis. Tidak ada yang bisa aku lakukan. Hanya anak kecil yang memukuli tembok. Sejauh apapun aku lari, aku selalu ada di tempat yang sama".  Jin Ho menangis dan Kae In mendengarkannya, ia juga menangis. Kae In memegang wajah Jin Ho, "Jin Ho sshi, apa kau menangis?" Jin Ho melihat ke arah Kae In dan Kae In menghapus air mata dari wajah Jin Ho. Jin Ho mendekat dan mencium Kae In!

---------------------------------------------------------------
Ini dia scene di episode pertama - awal pertemuan Kae In dengan Jin Ho. Kae In bertemu dengan Jin Ho pake acara rebutan taksi dan akhirnya gak ada satu diantara mereka yang dapetin itu taksi. Akhirnya keduanya pun naik bus, karena bus tiba-tiba mengerem Jin Ho gak sengaja memegang pantat Kae In untuk melindungi maketnya agar tidak rusak untuk presentasi Dream Art Center. 

---------------------------------------------------------------
episode 5 - Kae In mengagumi kulit Jin Ho dan akhirnya mereka membuat masker alami. Jin Ho dan Kae in bahkan maskeran bersama resepnya : madu, susu, dan kuning telur. Paginya malah muncul bintik-bintik merah di muka keduanya. *wahaha kocakk :p



---------------------------------------------------------------
Jin Ho: “Badanmu gatal-gatal ya jika sehari saja tidak membuat kekacauan?” Kae In membalas: “Badanmu gatal-gatal juga ya jika kau bisa sehari saja tidak mengusikku?”

the best scene part II

masih banyak uyy scene2 favorit sayaa.. 
okeii dehh langsung aja kali yaaa...

Scene ini adanya di episode 10! "GAME OVER KISS" ohh speechless uyy saya, ini adegan kissing kedua mereka.. hmm yaa! kamera di puter 360 derajat,hehe..
Jin Ho berkata pada Chang Ryul: "Aku akan mulai mencintainya sebagai seorang pria sekarang". Kae In bingung, apa maksudmu? Jin Ho melihat ke arah Kae In dan mengaku, aku bukan gay. Maaf sudah menunda begitu lama untuk mengatakannya padamu. Aku mohon kau mau memaafkanku. Kae In mulai menangis dan ia memukul dada Jin Ho berkali-kali, tapi bukan pukulan keras, Kae In kesal dengan Jin Ho. Jin ho menahan tangan Kae In dan menariknya dalam pelukannya. Maaf.



---------------------------------------------------------------
Suatu hari Kae In mengajak Jin Ho ke sebuah taman, uniknya si Kae In malah pake baju kayak cwo lah jas gitu ditambah pake kumis palsu! Mereka pun berpoto ria d photo box.




---------------------------------------------------------------
Kae In tanya bukankah Jin Ho harus pulang ke rumahnya. Jin Ho langsung berpikir cepat dan pura-pura tidur. Kae In kecewa karena Jin Ho tidur, ia pun masuk ke kamarnya sendiri. Keduanya terjebak dalam rasa frustrasi (hormon .. hormon?!! LOL!) Mereka bolak balik di tempat tidur masing-masing, tidak tahu mau apa. Jin Ho akhirnya keluar kamar dan Kae In juga, ia tanya apa Jin Ho tidak akan pulang? Jin Ho beralasan ia mabuk dan akan tinggal sampai mabuknya hilang. *alasan! :p


Mereka akhirnya duduk di sofa sambil melihat album foto Kae In waktu kecil. Kae In menutupi foto itu dengan tangan, tapi Jin Ho menyingkirkannya dan geli melihat Kae In ketika kecil. Jin Ho tanya mengapa tidak ada foto ibu Kae In, Kae In berkata ia tidak ingat, tapi pasti ada kebakaran atau apa karena tidak ada foto ibunya yang berhasil diselamatkan. Jin Ho dengan lembut merangkul Kae In dan Kae In berkata agar Jin Ho sabar dengan ibunya. Kae In tidak apa menunggu selama mungkin, asal bisa memenangkan hati ibu Jin Ho dengan cara yang benar. *oww i am melting again!

---------------------------------------------------------------
Kae In menunggu di halte bus, ia terjebak hujan. Saat Kae In pergi dari halte, Jin Ho datang ke halte dengan payung! -- Korean novela ini pasti ada adegan cari2-an kaya gini ya! :D Jin Ho duduk di halte dan kemudian ia melihat buku. Kae In yang jalan sambil hujan-hujanan, berhenti dan mengeluh bukunya ketinggalan. Kae In berbalik untuk mengambil kembali bukunya yang tertinggal, tepat saat Jin Ho datang dengan buku dan payung di tangan. Apa kau mencari ini? oh..so sweet..haha :* Kae In kaget, bagaimana Jin Ho bisa disini? Mana mobilmu? Jin Ho berkata ia meninggalkannya di rumah, jadi kau sengaja menjemputku? Kae In senang sekali.
Jin Ho berkata kau ini bagaimana, ramalan cuacamu meleset terus. Kae In berkata Jin ho seharusnya bawa payung dua, lihat kau jadi basah. Jin Ho berkata kalau begitu kita lebih dekat saja. Kae In senang dan langsung merangkul tangan Jin Ho. *duh romanceuu skalii yaaa..

---------------------------------------------------------------

Episode 6 - Kae In menelepon Jin Ho. Jin Ho langsung bergegas ke kamar mandi: "Kau baik2 saja kan?" Kae In, "Aku tidak apa-apa, tapi aku ingin minta tolong.. Aku perlu itu..kau tahu..itu sesuatu dengan sayap!" Jin Ho, "Apa yang punya apa? Siapa yang punya sayap?" Jin Ho berlari dan masuk ke supermarket terdekat. Ia langsung menemukan yang ia cari, Jin Ho mendekati rak yang memajang pembalut wanita. Di dekatnya ada 3 gadis remaja dan mereka memandang Jin Ho dengan penuh kekaguman. Jin Ho malu, ia berdiri dekat rak pura-pura membaca buku, lalu ia taruh kembali dan ia langsung mengambil seperti gilette gitu tapi buat cewe, terus Jin Ho meraih pembalut dan kabur. Ketiga gadis remaja itu menyoraki Jin Ho dari jendela kaca...hahaha kocak!

Jumat, 14 Januari 2011

the best scene part I

Di part ini saya bakal share scene2 yang menurut sayaa WOW! Saya ceritanya pake poto2 aja kali yaa klo sinopsis per episode rasa2nya bakal ngebosenin dan udah banyak bgd blog yg ngereview sinopsis per episodenya. Poto2 disini kebanyakan diambil dari web hancinema.net dan blog-blog yang banyak bertebaran di kancah dunia maya (*ceilehh bahasanya :p)

Klo mau dapet feel-nya sih mending tonton aja langsung serialnya. Agak lama juga sih satu episode itu sekitar 1 jam, nah sampe full berarti kamu kudu meluangkan waktu selama kurang lebih 16 jam, hehe.. 

Okeeii tanpa ba be bo lagi marii kita mulai sajaa yaa..
Enjoyed it :D

Jin Ho mengajak Kae In ke bioskop, gak sengaja mereka malah ketemu Yoon Eun Soo - mantan teman dekat Jin Ho waktu sekolah. Mereka bertiga pun ngobrol di sebuah cafe.


---------------------------------------------------------------
Jin Ho ngasih tau Kae In tentang keberadaan ruang basement di Sang Go Jae. Setibanya di ruang basement, Kae In tiba-tiba teringat masa lalunya - tragedi lantai kaca pecah yang menyebabkan ibunya meninggal. Kae In pun jatuh sakit, semalaman dirawat sama Jin Ho. Keesokan harinya Jin Ho meminta Kae In untuk mandi busa dengan aromaterapi supaya pikirannya lebih fresh. Jin Ho menemani Kae In mandi dengan tetap mengajaknya mengobrol. Selesai mandi, Jin Ho membantu Kae In mengeringkan rambutnya and guest what? Jin Ho mencium punggung Kae In. So sweet deh adegan ini..  Ohh i really love this guy! :D








---------------------------------------------------------------
Jeju Island, disini Jin Ho sama Kae In jalan-jalan di pantai trusnya mereka ke sebuah mall terdekat dan iseng-iseng ikutan lomba membuka kode laci yang isinya jam tangan, eh ternyata dapat lhoo kodenya sederhana sekali 123456.




---------------------------------------------------------------

Di Jeju Island pula Jin Ho mengakui bahwa ia bukan gay pada Choi Do Bin. Jin Ho mulai menjelaskan bahwa ia bukan gay dan tidak mau memanfaatkan kebaikan Do Bin selama ini. Do Bin melihat Jin Ho dan ia bertanya: “Apa Jin Ho yakin tidak menyesal mengatakan yang sesungguhnya padanya? Karena kau tidak perlu melakukannya". Jin Ho menjawab sejujurnya ia tidak ingin mengatakan pada Do Bin, tapi ia menyimpulkan bahwa itu tidak benar dan ia sangat menghargai perasaan tulus Do Bin.

this is about Sang Go Jae




Karakter-karakter pemain sama lirik lagu dari serial Personal Taste udah saya posting di post sebelumnya, sekarang saya mau share tentang “SANG GO JAE” (yapp ini rumahnya Park Kae In)











Pertama liat rumahnya, saya langsung jatuh cinta sama desainnya yaa mirip2 rumah panggung gitu, rumah tradisional Korea katanya. Yang unik itu ruang tamunya, liat deh gambar di atas jadi kursi sama mejanya itu sejajar sama lantai, tapi tetap ada ruang buat kaki. Trusnya nyoba iseng-iseng search dan didapatlah klo Sang Go Jae itu sebenarnya... 

Syuting Personal Taste untuk rumah Sang Go Jae ini sebenarnya diadakan pada dua tempat yang berbeda. Untuk scene di luar rumah diadakan di sebuah tempat yang bernama Bukchon Hanok Village, sementara scene di dalam rumah diadakan di sebuah tempat yang namanya Yangju MBC Culture Valley. Jadi sebenarnya rumah Sang Go Jae itu gak real karena yang beneran ada itu hanya bagian luar rumah, sementara bagian dalam rumah hasil setting team MBC. 
Bukchon Hanok Village
Kalo dari segi cerita, ternyata Sang Go Jae itu . . . 

Sang Go Jae adalah dunia kecil yang membuat istri dan anakku bermimpi, itu yang dia tulis dalam disertasinya - Park Chul Han - 
Tiga puluh tahun yang lalu, saat Prof Park bertanggung jawab untuk Museum Dahm, ia membangun Sang Go Jae, tetapi konsepnya gagal. Prof Park sembrono membuat lantai kaca untuk tempat bermain Kae In, tujuannya agar istrinya tetap bisa melihat Kae In  bermain sambil bekerja tapi justru hal itulah yang membuat istrinya meninggal. Katanya: "Aku hanya ingin istriku bisa melihat anaknya sambil bekerja. Tapi semuanya hancur dan aku tidak menyangka anakku akan menderita". 

Jin Ho berkata: “Sang Go Jae adalah tempat dimana istri dan putri Anda bisa bermimpi, tapi ternyata istri Anda meninggal dan putri Anda juga mendapat luka batin. Tapi profesor, tahukan Anda apa yang paling membuat gagal Sang Go Jae? Yaitu Anda sendiri, Anda yang gagal bertanggung jawab pada putri Anda yang membuatnya terluka selama ini.Penderitaan yang dialami Kae In sama dengan penderitaan Anda. Kalian berdua sama-sama terluka”. 

Saat itu ibu Kae In sedang bekerja di ruang basement dan hari sangat cerah sedangkan Kae In kecil sedang bermain dengan bonekanya di lantai kaca di atas basement. 




Seketika ia bosan, Kae In kecil mau main dengan ibunya. Ibunya sedang membuat kursi di ruang basement. Lalu Kae In memanggil ibunya dan ibunya melihat ke arah Kae In yang berada di atasnya. Kae In kecil melihat ibunya sedang memegang palu. Kae In berdiri, ia membawa dumb bell kecil dan mengetuk-ngetukan dumb bell-nya itu mengikuti gerakan ibunya yang sedang memaku kursi namun dumb bell Kae In malah memecahkan kaca. Ibunya berteriak, "Kae In ah.." 



*prakkk lantai kaca pund pecah mengenai Ibu Kae yang berada di ruang basement.. 

Awalnya Park Kae In tidak ingat mengapa ibunya bisa meninggal. Kae In baru mengingat kejadian itu ketika Jin Ho akhirnya menemukan ruang basement yang telah lama disegel. Kae In trauma dan dia pun jatuh sakit.